DEFINISI LOGIKA , ALGORITMA & PSEDUCODE
- DEFINISI LOGIKA & ALGORITMA
Definisi Logika
Contoh Soal 1:
Diketahui P=0, Q=5 dan R=10. Diberikan algoritma P=Q, Q=R, maka nilai P, Q, R sekarang ?
Jawab
Diketahui P = 0, Q = 5, R = 10
P = Q –> Pada saat ini nilai dari Variabel P akan diberi nilai dari Variabel Q (P = 5)
Q = R –> Pada saat ini nilai dari Variabel Q akan diberi nilai dari Variabel R (Q = 10)
Maka nilai P, Q dan R sekarang adalah P = 5, Q = 10 dan R = 10
Contoh Soal 2:
Diketahui Algoritma P=10, P=P+1 dan Q = P. Berapakah nilai P dan Q ?
Jawab
Algoritma:
P = 10 –> Pada saat ini nilai dari Variabel P akan diberi nilai 10
P = P + 1 –> Pada saat ini nilai dari Variabel P yang baru adalah nilai dari variabel P yang lama ditambah 1 (10 + 1 = 11)
Q = P –> Pada saat ini nilai dari variabel Q diberi nilai dari variabel P yang baru (Q =11)
Contoh Soal 3:
Diketahui 3 varibael peubah P, Q dan R. Agar isi Q ditaruh di P, isi R ditaruh di Q dan isi P ditaruh di R,maka Algoritma yang dapat ditulis adalah ..?
Jawab
Agar isi Q ditaruh di P, algoritma yang dapat ditulis adalah (P <- Q atau P=Q)
Agar isi R ditaruh di Q, algoritma yang dapat ditulis adalah (Q <- R atau Q=R)
Agar isi P ditaruh di R, algoritma yang dapat ditulis adalah (R <- P atau R=P)
- Logika di perkenalkan pertama kali oleh Aristoteles
- Penalaran atau bentuk pemikiran
- Ilmu yang memeberikan prinsip-prinsip yang harus di ikuti agar dapat berpikir valid
Definisi Algoritma
- Algoritma di perkanalkan pertama kali oleh ahli matematika Agu Ja'far Muhamad Ibnu Musa Al Khawarizmi.
- Langkah - langkah yang di lakukan agar solusi masalah dapat di peroleh
- Suatu prosedur yang merupakan urutan langkah - langkah yang bertintegritas
- Suatu metode khusus untuk menyelsaikan suatu masalah yang nyata.
Tahapan Analisa Algoritma
- Bagaimana Merencanakan Suatu Algoritma
- Bagaimana Menyatakan Suatu Algoritma
- Dengan Bahasa Semua (Pseudocode), yaitu menggunakan bahasa sehari-hari tapi harus terstruktur
- Dengan Diagram
- Dengan Statement Program / Penggalan program
3. Bagaimana Validitas Suatu Algoritma
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan kesesuaian suatu tes/ukuran.
4. Bagaimana Menganalisa Suatu Algoritma
5. Bagaimana Menguji Suatu Program dari Algoritma
Analisa Suatu Algoritma
( Untuk melihat faktor efisien dan efektifitas dari algoritma )
- Waktu Tempuh ( Running Time ) dari suatu algoritma. Satuan waktu yang ditempuh atau di perlukan oleh suatu algoritma dalam menyelesaikan suatu masalah. Hal - hal yang mempengaruhinya yaitu : Banyaknya langkah, Besar dan jenis input data, Jenis operasi, Komputer dan komplikator
- Jumlah memori yang di gunakan
Sifat - sifat Algoritma
- Banyaknya langkah instruksi harus berhingga
- Langkah/instruksi harus jelas
- Proses harus jelas dan mempunyai batasan
- I dan O harus mempunyai batasan
- Efektifitas
- Adanya batasan ruang lingkup
Kriteria Pemilihan Program
- Output
- Efektif dan Efisien
- Jumlah Langkah Berhingga
- Berakhir
- Terstruktur
1. Ada out put
Mengacu pada definisi algoritma, algoritma harus mempunyai out put yang harus merupakan solusi dari masalah yang sedang diselesaikan.
2. Efektifitas dan efesiensi
Dikatakan efektif jika algoritma tersebut menghasilkan suatu solusi yang sesuai dengan masalah yang diselesaikan, dalam arti algoritma harus tepat guna.
Dikatakan efisien jika waktu proses suatu algoritma relatif lebih singkat dan memori komputernya lebih sedikit.
3. Jumlah langkahnya berhingga
Barisan instruksi yang dibuat harus dalam suatu urutan tertentu atau harus berhingga agar masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan tidak memerlukan waktu relatif lama.
4. (semi Algoritma)Berakhir
Penyelesaian masalah harus berhenti. Dan bias menimbulkan masalah lain.
5. Terstruktur
Penyelesaian masalah menggunakan langkah-langkah tersusun Algoritma yang baik.
Suatu algoritma harus menghasilkan out put yang tepat guna (efektif) dalam waktu yang relative singkat.
KONSEP ALGORITMA
@ Algoritma Variabel Pe-ubah
Adalah variabel yang nilainya BUKAN konstanta (selalu berubah – sesuai dengan kondisi Variabel terkini).
Sintaks : P = Q
Algoritma : P <- Q
@ Algoritma Variabel Pe-ubah
Adalah variabel yang nilainya BUKAN konstanta (selalu berubah – sesuai dengan kondisi Variabel terkini).
Sintaks : P = Q
Algoritma : P <- Q
Arti : Bahwa Nilai P diberi harga Nilai Q
Nilai P akan SAMA DENGAN nilai Q dan Nilai Q TETAP
Nilai P akan SAMA DENGAN nilai Q dan Nilai Q TETAP
Contoh Soal 1:
Diketahui P=0, Q=5 dan R=10. Diberikan algoritma P=Q, Q=R, maka nilai P, Q, R sekarang ?
Jawab
Diketahui P = 0, Q = 5, R = 10
P = Q –> Pada saat ini nilai dari Variabel P akan diberi nilai dari Variabel Q (P = 5)
Q = R –> Pada saat ini nilai dari Variabel Q akan diberi nilai dari Variabel R (Q = 10)
Maka nilai P, Q dan R sekarang adalah P = 5, Q = 10 dan R = 10
Contoh Soal 2:
Diketahui Algoritma P=10, P=P+1 dan Q = P. Berapakah nilai P dan Q ?
Jawab
Algoritma:
P = 10 –> Pada saat ini nilai dari Variabel P akan diberi nilai 10
P = P + 1 –> Pada saat ini nilai dari Variabel P yang baru adalah nilai dari variabel P yang lama ditambah 1 (10 + 1 = 11)
Q = P –> Pada saat ini nilai dari variabel Q diberi nilai dari variabel P yang baru (Q =11)
Contoh Soal 3:
Diketahui 3 varibael peubah P, Q dan R. Agar isi Q ditaruh di P, isi R ditaruh di Q dan isi P ditaruh di R,maka Algoritma yang dapat ditulis adalah ..?
Jawab
Agar isi Q ditaruh di P, algoritma yang dapat ditulis adalah (P <- Q atau P=Q)
Agar isi R ditaruh di Q, algoritma yang dapat ditulis adalah (Q <- R atau Q=R)
Agar isi P ditaruh di R, algoritma yang dapat ditulis adalah (R <- P atau R=P)
@ Algoritma Variabel Pertukaran
Berfungsi mempertukarkan masing-masing isi Variabel sedemikian sehingga Nilai dari tiap Variabel akan berubah/bertukar.
Berfungsi mempertukarkan masing-masing isi Variabel sedemikian sehingga Nilai dari tiap Variabel akan berubah/bertukar.
2. Pseudo Code
Pseudo Code adalah urutan baris algoritma seperti kode pemrograman dan tidak memiliki sintak yang baku. Pseudo Code lebih umum digunakan oleh programmer yang berpengalaman. Akan tetapi, flowchart lebih mudah dimengerti oleh programmer pemula, pseudo code sangat mudah diimplementasikan ke dalam kode program dibandingkan dengan flowchart. Kita bisa bebas menulis pseudo code selama itu mudah dimengerti bagi orang lain. Tetapi disarankan untuk menggunakan keyword yang umum digunakan seperti : if, then, else, while, do, repeat, for, dan lainnya. Dan ikuti gaya penulisan pemrograman seperti Pascal, C++, dll.
Perhatikan kode dibawah ini :
- Mulai
- Masukkan sebuah angka
- Masukkan sebuah angka dan tampilkan
- Ambil angka yang sebelumnya dan tampilkan
- Selesai
Walaupun pseudo code diatas masih bisa dimengerti tetapi ada beberapa statemen yang ambigu. Dari baris kedua, kita tidak tahu kemana angka tersebut disimpan dan kita juga tidak tahu angka yang mana yang dimaksud untuk “angka yang sebelumnya”. Apakah angka yang pertama atau yang kedua. Pseudo Code diatas dapat dimodifikasi menjadi seperti berikut :
- Start
- Masukkan A
- Masukkan B, Tampilkan B
- Tampilkan A
- End
Pseudo Code diatas lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kita bisa dengan jelas melihat dimana angka disimpan dan angka yang mana yang ditampilkan. Sekarang kita akan mengubah flowchart pada gambar 1.2
- Start
- Masukkan A dan B
- C = A + B
- Tampilkan C
- End